Antara Hati Dan Kepala

1 comment

“Dulu aku sangat mengagumi orang-orang yang pintar. Orang-orang yang selalu mendapatkan nilai di atas rata-rata. Tapi kini tidak lagi. Aku mencintai orang-orang berbakat.”

Benar kata orang dewasa. Remaja adalah masa pencarian jati diri. Saat dimana kita terombang-ambing dalam ketidak-pastian. Ambisi, cinta, emosi, logika, dan segalanya campur aduk jadi satu. Celakanya, di saat itulah para remaja harus memutuskan sesuatu yang sangat krusial. MASA DEPAN.

Riwayat

No comment yet
Adakah yang lebih bengis dari sunyi?
Ia diam-diam mengusik tenang
membangunkan benak
pada riwayat yang menyayat.

Adakah yang lebih bijak dari tawa?
Ia sempurna sembunyikan tangis
dalam derai yang panjang
dalam derai yang lepas.

Diam adalah lautan terdalam
Ombaknya bergulung-gulung
menghanyutkan arus kenangan
pada hamparan pasir putih

dimana tercetak jelas jejak kaki kita
        berdua…


Zoel Ardi

Sky is Made of Gold

No comment yet


Chase your dreams, and remember me, speak bravery.
Because after all those wings will take you, up so high.
So bid the forest a fond goodbye, as you brace the wind and,
Take to the sky
(Owl City – To The Sky)

Bait di atas adalah secuplik lirik lagu berjudul To The Sky yang dibawakan oleh musical project bernama Owl City. Kalau nggak salah, lagu ini juga dipakai sebagai OST. The Legend of The Guardians deh. Itu looh film animasi yang berkisah tentang burung-burung hantu. Salah satu film favorit gue. Disamping lagunya enak, untaian lirik lagu ini juga memiliki makna yang lumayan dalam. Tentang impian.

Memaknai 'Hujan Bulan Juni' Karya Sapardi Djoko Damono

3 comments

Setujukah bila dikatakan hujan selalu identik dengan sendu?
Adakah hujan mengingatkanmu pada seseorang? Derai rintiknya membuatmu merindu?
Benarkan hujan mendekatkan hatimu pada hatinya, kendati jarak telah terpaut jauh? Layaknya bumi dan langit yang menyatu lewat hujan?

Kakakku Adalah Bellatrix Lestrange

3 comments
Bukan main-main gue bikin postingan beginian. Bukan gara-gara Jakarta yang panasnya Alayhim gue jadi labil begini. Secara gue emang labil sejak jabang bayi. #hesyemeleh. Bukan juga gara-gara harga cabe keriting lebih mahal dari cabe rebonding. Bukan! Atau juga gara-gara Spiderman digigit Laba-Laba, apa jadinya kalau digigit kelinci : Bunnyman.
*gakpenting

Pesona Masa Lalu Di Aliran Seine

No comment yet

Bagi yang sudah pernah ke Prancis, pastilah tahu bagaimana keindahan kota Paris yang aduhai itu. Yaiyalah. Banyak banget icon pariwisata di sana yang bikin Paris makin cantik. Sok tahu.

Nah, agar bisa mereguk semua keindahan itu  disarankan untuk memanfaatkan transportasi sungai. Yuk! Sungai Seine adalah sungai yang paling mempesona di kota Paris. Susurilah aliran sungai itu dengan menggunakan kapal, dijamin kamu akan menyadari betapa indahnya hidup ini. Eitz, dianjurkan untuk menikmatinya di malam hari ya, karena dengan begitu pesona Paris akan terasa lebih hidup.

Tirai Kelambu Di Puncak Rainier

No comment yet

Cloudlicious!
Gambar pemandangan awan di atas diambil tepat saat hari ulang tahun gue, 20 Juli 2011. Bukan gue yang ambil sih. Gue dapet gambar ini dari sebuah situs yang khusus membahas foto-foto awan. Clouds 365 Project, nama situsnya.

Niagara, I'm Comiiing!!!

1 comment
Picture from Google

Yang sedang Anda lihat bukanlah bencana banjir bandang Situ Gintung. Bukan.
Ini adalah Niagara Falls atau Air Terjun Niagara yang letaknya di halaman rumah gue. Bohong. Rupanya air terjun ini sudah dipindahkan ke Amerika Utara, Provinsi Kanada. *emang dari dulu kali...

Haissss, kapan ya bisa ke sana. Membaui aroma basahnya, mendengar percikan mahadahsyatnya, dan yang pasti ambil foto bareng keluarga di bibir tebing situ. Dahsyat dan eksotis!

Eh, liat deh. Di ujung sana ada pria berkursi roda tengah memandangi derasnya arus Niagara. Wuih, pasti saking bahagianya besoknya dia sembuh dan bisa jalan lagi. Alhamdulillah *usap-usap muka*

Yey! Pokoknya ini masuk ke dalam daftar MIMPI gue ah. Niagara, gue pasti dataaaang!
 
Ngomong-ngomong, air sebanyak itu pasti sedikit-dikitnya ada air bekas gue mandi kali ya. #yekali.

Gulali Kapas

No comment yet

Cloudlicious!
Sekilas kaya gulali kapas ya. Eh, udah lama nggak makan manisan kapas itu. Yang warna pink itu loh. Yang dari gula, terus bikinnya diputer-puter di atas panci. #nostalgila

Cloudlicious!
Foto ini diambil di kawasan pabrik di Jakarta. Saat itu cuaca panas banget! Jakarta gitu looooh. Ya, satu-satunya yang bisa jadi hiburan ini doang. Liatin langit dan keluarganya. Eh ada kawanan cumulus. Apa mereka sedang berkejar-kejaran ya? Atau berlarian dikepung cuaca panas? Yang penting kalian hati-hati di atas sana ya, sob! Kabar-kabarin kalau sudah sampai di Benua Afrika. =D

Salam Langit, Salam Awan...

Breaking Dawn : Tidak Ada Akhir, Hanya Awal Yang Baru

2 comments

Breaking Dawn adalah seri terakhir dari tetralogi yang cukup fenomenal : Twilight Saga. Gue dapet buku ini dari sepupu alias minjem. Padahal gue belum baca tiga buku sebelumnya. Tapi berhubung sudah pernah nonton ketiga film adaptasinya, gak masalah deh langsung baca buku pamungkas ini.

Beberapa Adegan TV Yang Acapkali Bikin Terpingkal-Pingkal

No comment yet
Sepasang mata, dua pasang, bahkan tiga pasang bersirobok pada sebuah kotak kaca warna-warni. Kusebut itu TV. Aku acuh.

Seorang tokoh melemparkan dialog pada lawan mainnya; senyum, melotot, mencibir, seringnya hinaan, lebih sering lagi cacian. Kusebut itu dialog kaki-lima. Obral rating semata. Aku tergelak.

Seorang anak dibuang ibunya demi harta warisan. Anak kembali, dibuang lagi, kembali, dibuang lagi, kembali, dibuang lagi. Kusebut itu konflik ingusan. Rating menanjak. Aku terkikik.

Sebuah layar kaca menampilkan adegan tangis dan ratap doa si pemeran utama. Pengambilan gambar ala hiperbola. Kusebut itu ketoprak atau ludruk. Karena alih-alih sendu, aku malah terbahak-bahak.

Tapi ada adegan yang paling lucu. Saat seorang berpeci menyampaikan pidato tahunan di sebuah istana. Ada yang menyebutnya KEPALA NEGARA. Aku lalu terpingkal-pingkal. Bilakah benar di KEPALAnya ada sedikit memikirkan tentang NEGARA?

           Aku sudah gila.

Zoel Ardi

Gang Sempit Dimana Aku Tinggal

No comment yet
Tanah berdebu adalah halaman rumahku, jarang disirami air. Sekali pernah, ia menguap cepat menjadi asap. Gersang.

Pernah kutanami pohon tomat, paginya ia menghijau. Tahu-tahu sore dimakan binatang liar. Jadi kutanam rumput.

Hujan adalah musuh. Kutadahi rembesan air, karena atap bocor. Jika musim panas, aku mengutuk raja langit.

Aku punya tetangga. Mereka penganut agama acuh. Beberapa kukenal-beberapa lupa namanya. Tidak saling sapa.    

Aku lupa mengukur jalan. Seberapa jauh melangkah, sejauh apa aku berlari. Sudah berapa kali aku membelok. Petaku hilang.

Ah, rupanya aku masih terkurung di gang sempit ini. Tak ada nyala lampu bohlam. Remang.

Zoel Ardi

Lima Larik Yang Diawali Dengan Huruf O

No comment yet
 O, AKU menimbang-nimbang takaran gelisah ini tiga bulan
O, PADA bulan satu Nyonya risau mencumbuku penuh mesra
O, LALU bulan dua putrinya menarikku ke dalam pusaran bimbang
O,  AKU ingat si Peragu yang menciumku di toilet pasar pada bulan tiga
O, SUDAH berapa kali kusebut huruf O sepanjang keraguan ini?

Zoel Ardi

Rindu

No comment yet
: kekasih abadi

Dengarlah…
Rindu ini tak serupa penantian kemarau pada tempias hujan
Lebih!
Ia masih membanjir di sungai-sungai, meski tanah meretak

Dengarlah…
Rindu ini meranggas, meronta-ronta pada rintik gerimis
tak kunjung datang!
Hanya garis mendung lalu pupus diterpa fatamorgana

Lantaskah rindu ini serupa rumput
ia hidup di tanah basah kemerahan
tumbuh liar dan merambat
di dekat batu nisan
yang ada namamu…

Zoel Ardi