Kartu Pos

6 comments
Oleh : Zoel Ardi


Jakarta, Juli 1996

            Aku berlari menyusuri gang-gang sempit itu. Almamater yang kukenakan sampai berkibar-kibar tertiup angin. Jalan becekpun tak kuhiraukan lagi, hingga sepatu taliku kotor terkena cipratan lumpur. Aku jadi teringat ketika kita dulu di kampung. Kita adalah dua sejoli yang tak pernah gentar oleh hujan. Sepulang sekolah, kita tetap melaju bersama meski harus menembus derasnya hujan. Terkadang, kita petik palapah pisang1 di depan sekolah sebagai pengganti payung. Meski kita tahu pada akhirnya tetap saja seragam putih abu-abu yang kita kenakan akan kelebas oleh air hujan.
            “Pas banget ya, Pak.” terengah-engah kuhampiri pria berseragam oranye itu. Hari ini adalah Jumat, hari yang paling kutunggu-tunggu. Sebab pada hari ini pak pos rutin mampir ke kosan untuk memberi kabar penting. “Ada kartu pos untuk aku nggak?”
            “Namanya siapa, Mas?” satu persatu ia periksa kartu pos yang dibawanya.
            “Hamdan.”

[ Bukan On The Spot ] Lima 'Penyakit' Yang Kerap Diderita Penulis

5 comments
  1. OTAK BUNTU
Inilah penyakit yang paling sering diidap oleh para penulis. Khususnya penulis pemula macam saya. Ketika tangan sedang asyik menorehkan pena, tiba-tiba stuck di tengah jalan. Selanjutnya penulis merasakan syaraf otak dan tangannya tidak sinkron. Jadilah ia tak tahu harus menulis apa. Bingung akan kelanjutannya. Istilah popular untuk penyakit ini adalah WRITER’S BLOCK.

Alhamdulillah, Cerpenis Terbaik UNSA 2011

6 comments
Beberapa hari lalu, sungguh nggak nyangka diberi anugerah dan berkah yang luar biasa. Sungguh suatu penghargaan tak terkira didaulat menjadi CERPENIS TERBAIK UNSA TAHUN 2011. Gelar ini diberikan lantaran mendapat Juara 1 UNSA Award 2011 kategori Cerpen. Grup UNSA sendiri adalah grup yang diprakarsai oleh Dang Aji Sidik, penulis yang telah banyak melahirkan karya besar. Grup ini menjaring para penulis, baik yang baru memulai menulis maupun terbilang sudah sangat kawakan.

Event lomba ini dibuka di jejaring sosial Facebook dan berjalan selama tenggat waktu 15 hari. Proses seleksi pun dilakukan oleh juri berpengalaman dengan cukup ketat. Dari sejumlah lebih kurang 200 judul cerpen, terpilihlah 15 cerpen teratas untuk memperebutkan juara pertama. Meskipun kelima-belas cerpen itu nantinya akan tetap dibukukan dalam sebuah antologi. Dan sungguh nggak pernah menduga bahwa akhirnya cerpen sederhana saya yang berjudul 'Senja Terakhir' meraih trophy Juara I di ajang itu. Alhamdulillah.

"Salah satu penulis buku "Kado Untuk Jepang" terpilih sebagai CERPENIS TERBAIK UNSA TAHUN 2011, dia adalah ZOEL ARDI. Penulis berusia 19 tahun ini telah membuktikan bahwa di group UNTUK SAHABAT kemenangan bisa diraih oleh penulis muda. Sekalung Tahniah untuk Zoel Ardi (Juliardi Ahmad). Terus berkarya bersama UNSA !" (Dang Aji Sidik, Penulis dan Panitia Lomba).
Masih speechless dan nggak pernah nyangka. One of my dreams come true. :) 

"Syukur Alhamdulillah. Trims setinggi-tingginya buat semua : orang tua, dewan juri, teman-teman, dan Mas DAS & Grup UNSA. Kalian keren!!!"